Uncategorized

Menghadapi Krisis Pangan dan Ekonomi

Sejak pertengahan semester tahun 2013 ini negeri kita mengalami kenaikan harga pangan. Mulai dari harga bawang, daging, cabai, kedelai dll. Banyak hal yang menyebabkan harga pangan di negara kita naik dan menyebabkan rakyat negeri ini semakin menjerit. Hal ini diperparah dengan kenaikan harga BBM yang sudah barang tentu meningkatkan biaya hidup bagi setiap orang. Maka tidak heran bila banyak yang berdemo menolak kenaikan harga BBM dan menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pangan.

Saya yakin dan percaya pemerintah kita tidak ingin menaikan harga BBM karena akan memberatkan rakyatnya. Tapi bila ini tidak dilakukan maka negara kita akan bangkrut dan kembali kita harus menjual negeri ini ke pihak asing seperti yang sudah kita lakukan sejauh ini. Sebagai rakyat yang baik kita harus mengikuti ketentuan pemerintah, tetapi selain itu kita harus mempersiapkan diri kita untuk jangka panjang dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ekonomi dan pangan dimasa yang akan datang.

Lalu bagaimana cara mengatasi krisis ini ? Menurut saya langkah termudah ialah mulai bercocok tanam. Kenapa bercocok tanam ? karena dengan bercocok tanam kita dapat menekan kebutuhan pokok kita. Misal kita menanam cabai maka pengeluaran rumah tangga untuk membeli cabai akan berkurang, demikian pula dengan tanaman lainnya.

Lalu bagaimana cara bercocok tanam yang baik ?. Sebenarnya kita telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi ini untuk memakmurkan bumi kita. Nah, untuk memakmurkan negeri kita Allah SWT juga telah memberikan pedomannya. Teman-teman bisa baca di link ini.

Mulailah membuka kebun-kebun kecil di pekarangan rumah, manfaatkan setiap lahan yang kita punya untuk bercocok tanam. Tanamlah tumbuhan produktif untuk kebutuhan sehari-hari. Cabai, tomat, bawang dll. Mungkin memang terlihat kecil dan sepele. Tapi bayangkan bila seluruh Kepala Keluarga di Indonesia mempunyai 1 pohon cabai dan 1 pohon tomat, otomatis kebutuhan rumah tangga untuk 2 jenis tumbuhan ini telah terpenuhi dengan sendirinya oleh masing-masing keluarga. Sehingga petani-petani cabai dan tomat yang ada di negeri ini lebih fokus untuk memenuhi industri yang lebih besar, seperti skala restoran, hotel, pabrik dll. Bahkan bukan tidak mungkin kitalah yang akan memenuhi kebutuhan negeri lain, dengan demikian pondasi ekonomi kita benar-benar kuat dari bawah hingga atas.

Contoh yang saya berikan baru dua jenis tanaman, maka bayangkan bila ada gerakan besar dari seluruh rakyat kita untuk menanam kebutuhan pokoknya sendiri. Wow, kitalah kekuatan ekonomi terbesar di dunia tentunya.

Sebenarnya neraca perdagangan kita meskipun masih minus, tapi tidak buruk-buruk amat. Akan tetapi kita hanya unggul dalam mengekspor kebutuhan sekunder seperti kopi, karet, sawit dll. Sedangkan kebutuhan Primer di dalam negeri sendiri kita malah impor. Kedelai, cabai, bawang, daging, dll harus kita penuhi dari luar negeri. Sudah barang tentu rakyatlah yang meringis, menjerit tangis karena kebutuhan hidup susah dicari. Hal ini diperparah dengan rusaknya tanah karena pemakain pupuk berlebihan, sehingga para petani menjual lahannya untuk mendapat uang cash, kemudian lahan mereka dibangun ruko ataupun gedung-gedung sebagai investasi orang berduit.

Jadi, mari kita bercocok tanam kembali, menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk memakmurkan bumi ini. Mulailah dari keluarga kita sendiri.

About molen

Maulana riska.. bungsu dari tiga bersaudara. berusaha selalu berpikir positif dan menuliskan tentang kehidupan menurut pandangannya. Seorang PNS yang ingin selalu maju dengan Go.. Blog..!!!

Discussion

2 thoughts on “Menghadapi Krisis Pangan dan Ekonomi

  1. benar sekali bang.. kbutuhan pangan harusnya dipenuhi oleh negara sendiri. tak perlu repot-repot import. namun sayangnya pertanian tak lagi menarik anak-anak muda. terbukti tak banyak inovasi yang muncul di dunia pertanian dan juga lulusan pertanian malah kerja di bank…

    Posted by PakLek Aris | October 10, 2013, 7:12 am
    • iya bang, banyak kantor yang menerima pegawai tidak sesuai dengan basic pendidikannya. Tapi sebenarnya lulusan pertanian yang kerja di bank, sebenarnya tetap bisa juga buat kebun kecil2an di rumahnya. Pangan keluarga terjamin, anggaran makin hemat.šŸ™‚

      Posted by molen | October 10, 2013, 8:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s