Uncategorized

Mengembangkan Potensi Kabupaten Mamuju

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

Mamuju, sebuah kota kecil di tepi barat pulau Sulawesi. Mamuju adalah ibukota dari Provinsi Sulawesi Barat. Provinsi termuda di negeri  ini. Provinsi Sulawesi Barat adalah pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapai kota ini dapat melalui jalur darat dengan menggunakan Bis dari Makassar. Memerlukan waktu sekitar sembilan jam untuk mencapai Mamuju. Lumayan membuat pantat kita kram. Untuk jalur udara, anda dapat menggunakan pesawat dari Makassar dengan waktu tempuh sekitar 55 menit. Pesawat yang melayani rute Makassar – Mamuju adalah jenis pesawat ATR. Tidak banyak pilihan disini, hanya satu maskapi yang melayani rute ini. Sedangkan untuk jalur laut, anda dapat menggunakan Kapal Feri dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur dengan waktu tempuh sekitar 12 jam.

Sebagai Provinsi yang bisa dibilang baru. Semangat untuk membangun Provinsi ini  benar-benar terasa. Pemerintah daerah sedang gencar-gencarnya membangun sarana dan prasana untuk mendukung pelayanan publik. Untuk itu Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah banyak mengucurkan dana untuk membangun Provinsi ini. Diharapkan hal ini dapat mempercepat pertumbuhan baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya di Provinsi ini.

Dibandingkan dengan satu setengah tahun yang lalu, ketika saya pertama menginjakan kaki di kota ini. Mamuju sangat cepat pertumbuhan ekonominya. Banyak ruko (rumah toko) yang dibangun, banyak juga kompleks perumahan yang mulai menghiasi wajah kota Mamuju. Jalan raya juga terasa semakin sempit karena banyak penduduk yang telah memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Nampaknya warga Mamuju begitu mudah mendapatkan kendaraan, hal ini didukung dengan semakin mudahnya program pembiayaan dari delaer resmi kendaraan motor maupun dari lembaga keuangan.

Untuk potensi Sumber Daya Alam, Mamuju adalah jagonya. Mamuju mengandalakan hasil perkebunan sebagai pendapatan utama. Antara lain coklat, kelapa sawit, kopra, cengkeh, dll. Selain itu ada tanaman holtikulutra seperti durian dan pisang. Untuk pisang, kita dapat dengan mudah menemukannya di pasar tradisional dan harganya sangat murah, seribu satu sisir. Sayangnya potensi ini tidak dikembangkan (diolah). Penduduk sepertinya hanya ingin menjual hasil kebunnya tanpa memikirkan pengolahannya dan menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi. Seperti membuat dodol duren, penganan dari buah pisang dll.

Untuk potensi pariwisata, tidak banyak pilihan. Hal ini mungkin lebih dikarenakan tidak adanya akses ke tempat wisata atau kurang terawatnya suatu obyek wisata. Seperti misalnya kompleks perumahan adat. Sebenarnya bila rumah adat dapat dijaga kelestariannya maka akan menjadikan sumber pendapatan baru untuk Kabupaten Mamuju, dibandingkan hanya dijadikan tempat nongkrong kawula muda (maklum tempatnya agak remang-remang kalau malam). Tempat wisata lailnnya yaitu Pantai Lombang-lombang dan juga Pulau Karampuang.

Pulau Karampuang terletak tepat di depan kota Mamuju. Untuk mencapai pulau ini kita harus menggunakan belang (perahu kecil) dengan jarak tempuh sekitar 20 menit dari kota Mamuju. Ongkos yang dikeluarkan yaitu lima ribu rupiah per orangnya. Sebenarnya bila objek wisata ini dapat dikelola dengan baik, dapat menjadi tujuan wisata utama di Mamuju. Pengunjung atau turis akan merasakan sensasi mengendarai perahu kecil karena tidak semua orang pernah menaiki perahu kecil. Selain itu pemandangan di pulau ini cukup menarik terutama untuk menghilangkan penat sejenak.

Pengelolaan yang baik tentu menjadi harapan bagi penduduk yang mendiami Pulau Karampuang. Karena dengan semakin banyaknya pengunjung maka akan membantu roda perekonomian penduduk. Sebenarnya konsep objek wisata di Pulau Karampuang sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari jalan setapak yang telah di plester dengan semen. Kemudian ada tempat berteduh yang banyak. Juga terdapat rumah (mungkin villa) yang Nampak tidak terawatt dibiarkan begitu saja. Bila potensi yang ada dapat diberdayakan bukan tidak mungkin Mamuju akan menjadi tujuan wisata para turis. Hal ini dapat terjadi apabila kita dapat memaksimalkan potensi dan konsep yang telah ada tanpa dibiarkan terbengkalai.

Berikut foto-foto saya ketika mengunjungi Pulau karampuang.

Tampak Perahu kecil yang hendak berlabuh di dermaga

Dermaga Pulau Karampuang

Pulau Karampuang Tampak dari Kota Mamuju

Pulau Karampuang

Dermaga

Dermaga

Little Princess

Little Princess

The Big Family

The Big Family

My Lovely Family

My Lovely Family

Terima kasih.

About molen

Maulana riska.. bungsu dari tiga bersaudara. berusaha selalu berpikir positif dan menuliskan tentang kehidupan menurut pandangannya. Seorang PNS yang ingin selalu maju dengan Go.. Blog..!!!

Discussion

2 thoughts on “Mengembangkan Potensi Kabupaten Mamuju

  1. pemandanganx bgus bgt, biaya nyebrangx murah bgt, ko mash lama d mamuju to,biar s bza main2 k sana wkwkwk…

    Posted by umy awa | April 22, 2013, 10:52 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s