Uncategorized

Ibu-ibu penabuh rebana

Seperti biasa di sore hari, saya dan teman-teman menunaikan ibadah sholat Ashar di Masjid. Alhamdulillah masih mendengar adzan dari masjid yang tidak jauh dari kantor kami. Tetapi kemarin jum’at tanggal 15 Maret 2013. Ibadah kami sedikit terganggu, dikarenakan ada ibu-ibu yang menabuh rebana. Ibu-ibu tersebut berdiri diatas panggung yang telah disiapkan dan menabuh rebana sambil menyanyikan lagu bernuansa Islami.

Meski lokasi panggung berada di halaman masjid. Sayup-sayup kami masih mendengar tabuhan rebana tersebut ketika kami sudah memulai Sholat Ashar. Yang saya herankan kenapa Ibu-ibu tidak merasa risih, atau merasa mengganggu kami yang sedang beribadah. Kejadian ini bertempat di Mamuju, Sulawesi Barat, dimana mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Saya sudah puluhan tahun hidup di Papua, yang mayoritas penduduknya adalah non muslim. Ketika hari Minggu yang merupakan hari  beribadah mereka, Pagi hari menjelang subuh, Gereja membunyikan lagu-lagu rohani. Tetapi ketika datang waktu pelaksanaan sholat subuh dan ktika adzan berkumandang, mereka mematikan lagu-lagu tersebut. Sekitar 30 menit, hingga diperkirakan ibadah Sholat subuh kami telah selesai. Kejadian ini bertempat di Merauke, Papua.

Bila dari yang berbeda agama saja bisa memberikan toleransi, kenapa kita yang katanya Saudara Seiman, tidak dapat memberikan toleransi ?. Malah seharusnya Ibu-ibu tersebut berhenti terlebih dahulu menabuh rebana dan melaksanakan Sholat Ashar dulu. Saya rasa akan terasa lebih indah ketika hal ini dilakukan.

Mereka bisa mengatakan itu termasuk Syair Agama. Tetapi apakah Syiar Agama harus meninggalkan hal-hal yang lebih wajib ?. Tentu tidak, karena yang akan diperhitungkan di Akhirat nanti adalah sholat kita bukan banyaknya kita menabuh rebana.

Malamnya, saya dan istri melewati lokasi masjid tersebut, ternyata ada peringatan Maulid Nabi yang dihadiri para pejabat.

Ya Allah ampuni kami.

untuk renungan bersama.

About molen

Maulana riska.. bungsu dari tiga bersaudara. berusaha selalu berpikir positif dan menuliskan tentang kehidupan menurut pandangannya. Seorang PNS yang ingin selalu maju dengan Go.. Blog..!!!

Discussion

One thought on “Ibu-ibu penabuh rebana

  1. Mungkin itulah yang menyebabkan agama kita..di cemooh orang…wallahual’lam

    Posted by vina eriyandi | March 22, 2013, 2:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s